Saturday, October 28, 2006

Karena CINTA tak slalu b'wujud BUNGA



"karena CINTA tak slalu b'wujud BUNGA"
lets to read this story.....

Suami saya adalah seorang insinyur,saya mcintai sifatnya yg alami&saya mnyukai prasaan hangat yg muncul dihati saya ktika b'sandar dibahunya yg bidang.
3 thn dlm masa perkenalan & 2 thn dlm masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah.
Alasan2 saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.
Saya seorang wanita yang sentimentil & benar2 sensitif serta berperasaan halus.
Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen.
Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan.
Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan,rasa sensitifnya kurang
& ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.

Suatu hari, saya beranikan diri utk mengatakan keputusan saya kpdnya, bahwa saya menginginkan perceraian. "Mengapa?", dia bertanya dengan terkejut.
"Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan"
Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya,tampak seolah-olah sedang mengerjakan
sesuatu, padahal tidak.
Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?
Dan akhirnya dia bertanya, "Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?".
Saya menatap matanya dalam2 & menjawab dengan pelan, "Saya punya pertanyaan untukmu, jika kamu dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya:
"Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita ber2 tau jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?"
Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannya besok". Hati saya langsung gundah mendengar responnya.

Keesokan paginya,dia tdk ada dirumah,& saya mnemukan selembar kertas dgn coret2an tangannya dibwh sebuah gelas yg berisi susu hangat yg bertuliskan..
"Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya".

Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya.Saya melanjutkan untuk membacanya kembali.
"Kamu bisa mengetik di komputer & selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor,saya harus memberikan jari2 saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya".
"Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, & saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu untukmu ketika kamu pulang".
"Kamu suka jalan2 ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat2 baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu dirumah agar bisa memberikan mata saya untuk mengarahkanmu".
"Kamu selalu pegal2 pd waktu 'teman baikmu' datang setiap bulannya, & saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal".
"Kamu senang diam di rumah, & saya selalu kuatir kamu akan menjadi 'aneh'. & aku harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal2 lucu yg aku alami hari ini".
"Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku & itu tidak baik untuk kesehatanmatamu, saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu".
"Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai,menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna2 bunga yang bersinar & indah seperti cantiknya wajahmu".
"Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku".
"Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya mencintaimu".
"Untuk itu, sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup bagimu,
Sayang, aku tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu".
Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur,tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya kembali.
"& skrg, sayangku,kamu telah selasai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini,
& tetap menginginkanku untuk tinggal dirumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri disana menunggu jawabanmu".
"Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku, & aku tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah,
bahagiaku bila kau bahagia".

Saya segera berlari & membuka pintu & melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku.
Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku.
Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur2 hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dr pasangan kita, & bukan mengharapkan wujud tertentu. Krn cinta tidak selalu harus berwujud BUNGA.



(just hup sumday there's sumone like him standing beside me...) .me.